Tujuu’ (entah gimana nulisnya)


Tujuu’. Tuju itu arti lainnya pusing *kata bokap gue*, tapi pusingnya bener-bener ruangan tuh muter-muter kayak naek bianglala versi pasar malem. Tadi pagi gue disambut dengan itu. Bitch banget nggak sih? Gue mikir semalem gue makan apaan ya? sampe-sampe pagi-pagi langsung muter gini. Makan pagi oke, makan siang lumayan, makan malem bergizi, tidur diselimutin iya, begadang nggak juga. Hmm apa ya? eerrgh (_) . Padahal tadi pagi tuh ada tes lari tapi untungnya nggak jadi karena gue pusing. Masalahnya kalo gue tiba-tiba pingsan siapa yang bener-bener ridho ngangkat gue?

Di gymnas tempatnya olahraga mahasiswa-mahasiswa kampus gue, disitu gue berjumpa lagi dengan orang dua busuk itu. Eka, Sere. Beberapa hari ini itu manusia berdua agak rese. Pertama si Eka.

 

E=Eka, G=Gue

Pas abis jam olahraga

G : “Ka, ke Borma yuk, temenin gue.”

E : “Ngapain? Henteu ah horéam.”

G : “Kita kan mau beli frame sama bloetooth (baca:Blutut), hayu lah ka….”

E : “Bitch” (tanpa ekspressi)

Kayak biasa singkat aja obrolan gue sama dia. Dan nggak lupa dia selalu menyisipkan kata “Bitch” dalam obrolannya dengan semua orang kecuali sama dosen mungkin, espesially Bu Nunuy.

Dan yang ke dua si Sere. Nggak sempet ngobrol panjang sih hari ini sama dia. Nggak biasa banget. Biasanya tiada hari tanpa hina-hinaan sama orang itu. Tapi yang gue rasain dia agak menjauh. Nggak tau kenapa deh. Mudah-mudahan bukan karena gue bau badan. Tadi dia cuma bawain susu yang gue pesen. Just it. Mungkin dia lagi galau kali karena ngejomblo mulu. Ya, gue ngerti kok. Untung gue temen yang pengertian. Dan efek dari ini, anak-anak buat gosip baru kalo gue sama Sere pecah belah dan menjadi ex.friend gue kayak insiden masa kelam gue pertama masuk kuliah.

B=Bom-bom

G=Gue

Percakapan singkat di gymnas bersamaan hinaan

B : “Nuy, kamana si Sere?”

G : ” Teuing, balik tiheula.”

B : “Naha maneh teu bareng?”

G : “…”

B : “Ish kéhéd.”

E : “Bitch” (tanpa ekspressi)

Si Iksan gendut atau Bom-bom emang sering banget bikin gue kesel. Gue laknat dia. Lanjutnya lagi.

G=Gue

B=Beti laponté

C=Ceha Jolly

E=Eka

Percakapan singkat di perjalanan pulang menuju kostan

C : “Unuuy… kamana Si Sere?” (dengan nada tinggi ala Ceha)

B : “Enya nuy kamana si Sere naha teu bareng?”

G : “…” (no komen, gue cuma ketawa terpaksa)

B : “Heu…jangan-jangan manéhna saruaan deui jeung insiden si *teeeet* (gue males nyebutin namanya).”

C : “heheuh enya manéh nuy, engké busuk-busukan deui. Hahaha”

E : “Bitch”

Entah, gue nggak peduli. Siapapun dia, siapapun mereka itu adalah temen gue. Nggak ada busuk-busukan disini kecuali sama *teeeeet* (yang tidak boleh disebut namanya).

Hari ini adalah hari mudiknya para mahasiswa mungkin karena besok adalah tanggal merah meskipun menurut gue tanggal merah itu nggak berlaku buat mahasiswa. Temen-temen gue pada mudik kecuali si Eka. Dan gue mau liburan sama keluarga gue *yeeeah*. Gue seneng menyambut masa-masa ini. Tapi semuanya hancur ketika gue dapet kabar kalo mobilnya penuh karena ada sodara gue ikut *ciiiiiaaaaat*. Rasanya pengen mukul-mukul orang. Dan akhirnya terpaksa gue duduk di bagasi *gigit-gigit ban*. Gimana nggak? Secara itu mobil bokap gue yang baru dan gue belom pernah menaikinya. Untuk pertamax gue duduk di bagasi. Coba lo pikir gimana rasanya? Bukan berati gue nggak suka sodara gue ikut tapi mungkin keadaan yang bikin gue kesel sesaat. Tapi nggak apa-apa. Gue bisa terima. Nggak masalah buat gue. Dan gue tekankan lagi disini bukan berarti gue nggak suka sodara gue ikut.

Gue masih sakit kepala sampe detik ini. Tapi meskipun gitu gue bersyukur nggak ditambah demam. Dari tulisan gue intinya hal apapun itu akan terjadi walaupun tanpa sebab dan hari-hari gue yang di penuhi oleh sakit kepala nggak mempengaruhi dalam aktifitas nggak penting gue yang sibuk banget. Dan ini yang gue tulis adalah kisah sehari-sehari gue tentang pertemanan dan
percintaan (gue jomblo). Jadi, apapun yang gue tulis disini yang menyangkut nama atau apapun pliis don’t be angry (kecuali kalo lo lagi main angry birds).

5 thoughts on “Tujuu’ (entah gimana nulisnya)

  1. bitch (tanpa ekspresi).

    Si eka teh aneh pisan, maenya ngomong bitch teu make ekspresi? kuduna mah leuwih full ekspression. Jiga aing.

    “*&^%&&**))(&*&%)(*^@&%**&*&)()^%%#$@(!* (terlalu kasar untuk ditulis🙂 )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s